| dc.description.abstract |
Remaja putri merupakan kelompok usia yang mengalami berbagai perubahan fisik, hormonal, dan psikologis selama masa pubertas sehingga membutuhkan perhatian khusus terhadap penerapan personal hygiene. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik total sampling dengan jumlah responden sebanyak 64 remaja putri. Pengumpulan data melalui kuesioner yang terdiri dari 35 pernyataan mengenai aspek kebersihan tubuh, rambut, tangan dan kuku, gigi dan mulut, pakaian, kulit, serta organ reproduksi. Analisis data dilakukan secara univariat dengan penyajian dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat personal hygiene dalam kategori kurang sebanyak 28 orang (43,8%), sedangkan kategori baik dan cukup masing-masing berjumlah 18 orang (28,1%). Hasil tersebut menggambarkan bahwa praktik menjaga kebersihan diri masih perlu ditingkatkan. Faktor yang memengaruhi meliputi kebiasaan sehari-hari, kedisiplinan, kesadaran pribadi, lingkungan pesantren, serta penerapan informasi kesehatan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa personal hygiene remaja putri masih berada pada kategori kurang. Diperlukan edukasi kesehatan berkelanjutan, serta kolaborasi sekolah, keluarga, dan tenaga kesehatan untuk membangun kebiasaan hidup bersih dan sehat. |
en_US |