| dc.description.abstract |
Pendahuluan: Mahasiswa Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Keperawatan memiliki tuntutan ganda sebagai mahasiswa dan yang dapat memengaruhi kesejahteraan mental. Work-life balance (WLB), beban kerja, dan strategi koping merupakan faktor yang berpotensi berkaitan dengan kondisi tersebut. Tujuan: Menganalisis hubungan WLB, beban kerja, dan strategi koping dengan kesejahteraan mental mahasiswa Program RPL Keperawatan. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel sebanyak 150 mahasiswa Program RPL yang dipilih menggunakan proportional random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner WLB, NASA-TLX untuk beban kerja, Brief cope untuk strategi koping, dan instrumen kesejahteraan mental. Analisis data menggunakan Regresi Ordinal (Ordinal Logistic Regression/PLUM). Hasil: Sebagian besar responden memiliki strategi koping adaptif (56%), WLB kategori sedang (56,7%), dan 44,7% memiliki beban kerja tinggi. Sebanyak 43,3% responden berada pada kategori kesejahteraan mental well. Hasil analisis menunjukkan strategi koping (p=0,016), WLB (p=0,038), dan beban kerja (p=0,029) berhubungan signifikan dengan kesejahteraan mental. Strategi koping memiliki koefisien terbesar (12,20). Pembahasan: penelitian menunjukkan bahwa kemampuan mengelola tekanan melalui strategi koping adaptif menjadi aspek penting dalam mempertahankan kesejahteraan mental mahasiswa yang menghadapi tuntutan pekerjaan dan akademik secara bersamaan. Analisis: WLB, beban kerja, dan strategi koping berhubungan dengan kesejahteraan mental mahasiswa Program RPL. Strategi koping merupakan variabel paling dominan berdasarkan koefisien regresi. |
en_US |