| dc.description.abstract |
Menyusui tidak efektif merupakan masalah keperawatan pada ibu postpartum yang ditandai dengan ketidakadekuatan pengeluaran ASI sehingga kebutuhan nutrisi bayi belum terpenuhi secara optimal. Daun katuk merupakan salah satu intervensi nonfarmakologis yang berpotensi membantu meningkatkan produksi ASI. Menganalisis penerapan asuhan keperawatan pada ibu postpartum dengan masalah menyusui tidak efektif melalui pemberian daun katuk sebagai intervensi unggulan berbasis Evidence-Based Nursing. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus pada Ny. I dengan diagnosis menyusui tidak efektif. Intervensi dilakukan selama tiga hari, 18–20 Juli 2026, berupa pemberian ekstrak daun katuk yang dikombinasikan dengan edukasi menyusui, perbaikan posisi dan perlekatan, pijat payudara, anjuran menyusui rutin, pemenuhan nutrisi dan cairan, serta pemantauan pengeluaran ASI. Hari pertama ASI masih sedikit dan masalah belum teratasi. Hari kedua pengeluaran ASI meningkat dan masalah teratasi sebagian. Hari ketiga ASI lebih deras, bayi mampu melekat dan mengisap dengan baik, serta ibu mampu menyusui secara mandiri dan percaya diri. Penerapan asuhan keperawatan komprehensif dengan pemberian daun katuk menunjukkan peningkatan pengeluaran ASI dan kemampuan menyusui. Namun, masalah menyusui tidak efektif masih teratasi sebagian. Peningkatan ASI tidak dapat dikaitkan hanya dengan daun katuk karena terdapat intervensi keperawatan lain yang diberikan secara bersamaan. |
en_US |