| dc.description.abstract |
Tonsilektomi merupakan tindakan pembedahan yang dilakukan untuk mengangkat tonsil akibat peradangan berulang atau kronis. Salah satu masalah utama yang sering dialami pasien post tonsilektomi adalah nyeri menelan yang dapat mengganggu asupan nutrisi dan proses pemulihan. Nyeri tersebut terjadi akibat trauma jaringan pasca operasi serta proses inflamasi pada area orofaring. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk mengurangi nyeri adalah terapi minuman dingin (cold drink therapy). Terapi ini bekerja dengan memberikan efek vasokonstriksi lokal sehingga dapat menurunkan peradangan dan sensasi nyeri pada daerah operasi. Tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah untuk menganalisis asuhan keperawatan pada pasien post tonsilektomi dengan masalah nyeri menelan melalui intervensi terapi minuman dingin. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pemberian terapi minuman dingin selama 3 hari, dengan frekuensi setiap pasien merasakan nyeri dan durasi pemberian disesuaikan dengan toleransi pasien. Hasil evaluasi keperawatan menunjukkan bahwa setelah dilakukan intervensi selama 3 hari, terjadi penurunan intensitas nyeri menelan pada pasien. Hal ini ditandai dengan pasien mengatakan nyeri berkurang, pasien lebih mampu menelan, peningkatan asupan cairan, serta ekspresi wajah tampak lebih rileks. Selain itu, tidak ditemukan adanya komplikasi seperti perdarahan atau peningkatan nyeri setelah pemberian terapi. Kesimpulannya, terapi minuman dingin (cold drink therapy) efektif dalam membantu menurunkan nyeri menelan pada pasien post tonsilektomi. Terapi ini merupakan metode sederhana, mudah dilakukan, tidak memerlukan alat khusus, serta dapat dijadikan sebagai intervensi mandiri dalam asuhan keperawatan. |
en_US |