Abstract:
Semua tugas yang diselesaikan perawat saat bertugas di unit layanan membentuk
beban kerja mereka. Beban kerja yang tidak merata biasanya berdampak langsung
pada kualitas hidup perawat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
hubungan antara kualitas hidup perawat dan beban kerja mereka di fasilitas
kesehatan masyarakat di Mojokerto. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif
korelasional dengan pendekatan cross sectional. Yang menjadi sampel dalam
penelitian ini adalah perawat puskesmas di kota Mojokerto dengan teknik
Probability Sampling dengan pendekatan Proportionate Random Sampling. Jumlah
sampel ditentukan dengan rumus Slovin sejumlah 58 perawat dari 6 Puskesmas.
Instrumen penelitian ini menggunakan kuisioner tentang beban kerja ( NASA TLX)
dan kuesioner kualitas hidup (WHOQOL-BREEF). Uji korelasi Spearman (α =
0,05) digunakan dalam analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
mayoritas perawat memiliki beban kerja yang berat (72,4%) dan kualitas hidup
yang umumnya baik (72,4%). Tidak ada hubungan antara beban kerja dan kualitas
hidup perawat di puskesmas di kota Mojokerto, menurut hasil uji statistik
Spearman, yang menghasilkan nilai p > 0,05, nilai p = 0,218 dengan koefisien
korelasi r = 0,16. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas hidup perawat di Puskesmas
dapat dipengaruhi oleh karakteristik internal dan lingkungan, seperti ketahanan dan
lingkungan kerja yang mendukung, bukan hanya beban kerja fisik dan
administratif. Disarankan agar manajemen pusat kesehatan masyarakat
memperhatikan kualitas hidup perawat dengan menilai elemen psikologis lainnya.