Abstract:
Balita merupakan kelompok usia yang rentan terhadap masalah gizi karena berada pada fase pertumbuhan dan perkembangan yang pesat, sehingga pemenuhan gizi sangat bergantung pada peran ibu sebagai pengasuh utama yang dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengetahuan ibu tentang pemenuhan gizi balita di Dusun Jugil Desa Selok Anyar dengan desain deskriptif kuantitatif dan teknik total sampling terhadap 30 ibu balita. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden berada pada usia dewasa muda (20–34 tahun), mayoritas berpendidikan menengah ke atas, berprofesi sebagai ibu rumah tangga, serta memiliki jumlah anak satu hingga dua orang, dengan 83% responden memiliki tingkat pengetahuan baik tentang pemenuhan gizi balita. Temuan ini sejalan dengan penelitian Wulandari et al. (2019) dan Hardjito (2021) yang menyatakan bahwa tingkat pendidikan, usia produktif, dan peran ibu sebagai pengasuh utama berhubungan dengan pengetahuan gizi yang lebih baik. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan ibu yang baik merupakan modal penting dalam pencegahan masalah gizi balita, sehingga perlu diikuti dengan penguatan edukasi aplikatif agar terjadi kesesuaian antara pengetahuan dan praktik pemenuhan gizi sehari-hari melalui peran posyandu dan tenaga kesehatan. Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan karena hanya menggunakan desain deskriptif tanpa mengkaji hubungan sebab-akibat, jumlah responden relatif kecil, serta belum menilai praktik pemberian makan dan status gizi balita secara langsung, sehingga hasil penelitian belum dapat digeneralisasikan secara luas dan memerlukan penelitian lanjutan dengan desain analitik dan cakupan variabel yang lebih komprehensif.