Abstract:
Program keluarga berencana nasional merupakan program pembangunan sosial dasar yang sangat penting bagi pembangunan nasional dan kemajuan bangsa. Tanggapan masyarakat terhadap KB implant bervariasi, dengan sebagian masyarakat melihatnya sebagai metode KB jangka panjang yang efektif dan praktis, sementara yang lain memiliki kekhawatiran karena kurangnya informasi yang jelas atau mitos seputar efek samping. Metode penelitian deskriptif . populasi semua akseptor KB sebanyak 471 orang, menggunakan non-probability sampling dengan tipe purposive sampling, Sampel 216 responden, pengumpulan data dengan kuesioner, dianalisis secara deskriptif,menggunakan tabel distribusi. Hasil penelitian Faktor usia 26-35 tahun 108 orang, sebagian besar minat memilih KB Implant sebesar (43,1%) Faktor paritas multipara 168 orang, sebagian besar tidak minat memilih KB Implant adalah multipara sebanyak 66,7%). Faktor pengetahuan responden cukup 105 orang, sebagian besar tidak minat memilih KB Implant sebesar (33,8%). Faktor sikap positif sebanyak 132 orang, sebagian besar tidak minat sebesar (66,2%) Faktor dukungan keluarga mendukung 118 orang sebagian besar tidak minat sebesar (41,7%) Faktor peran nakes baik 133 orang, sebagian besar tidak minat sebesar (53,7%). Meskipun sikap akseptor positif namun tidak memilih KB implant karena dipengaruhi oleh factor budaya. Sebagai bahan perbandingan dan masukan petugas kesehatan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, konseling serta meningkatkan penyuluhan tentang Faktor- faktor yang berhubungan rendahnya pemakaian alat kontrasepsi implant di kelurahan Balongwono Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto