Abstract:
Proses menua lanjut usia terjadi pada berbagai aspek kehidupan, baik sosial, ekonomi, dan terutama kesehatan, karena dengan semakin bertambahnya usia, fungsi organ tubuh semakin menurun. Menua atau menjadi tua merupakan suatu keadaan yang terjadi dalam kehidupan manusia. Proses menua merupakan proses sepanjang hidup, tidak hanya dimulai pada satu waktu tertentu, tetapi dimulai sejak permulaan kehidupan.
Insomnia pada lansia disebabkan karena kurangnya kegiatan fisik sepanjang hari, tidur yang sebentar-sebentar sepanjang hari, gangguan cemas, stres dan depresi, suasana kamar yang kurang nyaman, sering berkemih pada malam hari dan infeksi saluran kemih.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan kejadian insomnia di UPTD Pesanggrahan PMKS Majapahit Mojokerto. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional dan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah lanjut usia di UPTD Pesanggrahan PMKS Majapahit Kabupaten Mojokerto pada bulan Juni 2019 yaitu 30 orang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami stres sedang sebanyak 9 responden (60,0%), sebagian besar responden mengalami insomnia berat sebanyak 8 responden (53,3%). Terdapat hubungan bermakna antara tingkat stres dengan kejadian insomnia dengan koefisien korelasi 0,873 yang menunjukkan hubungan sangat kuat. Semakin tinggi tingkat stres yang dialami lansia, maka semakin tinggi kejadian insomnia.