Abstract:
Dukungan keluarga secara terus-menerus diperlukan agar penderita gout arthritis dapat melaksanakan kepatuhan terhadap diet yang dianjurkan. Lansia dengan gout arthritis memiliki tingkat kepatuhan diet yang rendah dibandingkan dengan penyakit kronis lainnya seperti hipertensi, hipotiroidisme, dan diabetes tipe 2.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan diet rendah purin pada lansia gout arthritis di UPT Puskesmas Puri Kabupaten Mojokerto. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah lansia gout arthritis usia 60–74 tahun yang berobat di UPT Puskesmas Puri Mojokerto. Sampel sebanyak 35 responden dengan teknik consecutive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir setengah responden menyatakan dukungan keluarga kurang sebanyak 16 responden (45,7%), dan hampir setengah responden memiliki kepatuhan diet cukup sebanyak 14 responden (40%). Hasil analisis tabulasi silang menunjukkan bahwa responden yang kurang patuh sebagian besar memiliki dukungan keluarga kurang sebanyak 12 responden (75%). Hal ini menunjukkan adanya hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan diet rendah purin pada lansia gout arthritis.
Dukungan keluarga diharapkan dapat ditingkatkan melalui pemberian perhatian, pujian, cinta, serta penyediaan sarana perawatan dan pengingat kontrol, sehingga dapat meningkatkan kepatuhan diet pada lansia gout arthritis.
Kata Kunci: Dukungan Keluarga, Kepatuhan Diet, Lansia