Abstract:
Bayi dengan ikterus neonatorum merupakan salah satu faktor resiko yang mempunyai kontribusi terhadap angka kesakitan dan kematian khususnya pada masa perinatal. Pada kebanyakan kasus ikterus neonatorum, kadar bilirubin tidak berbahaya dan tidak memerlukan pengobatan, namun pada beberapa kondisi bilirubin bayi dapat terus meningkat sampai ke kadar berbahaya sehingga harus dilakukan fototerapi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran penurunan kadar bilirubin bayi ikterus pasca fototerapi di RSI Muhammadiyah Hasanah Kota Mojokerto. Desain penelitian ini adalah deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua bayi ikterus dengan fototerapi di RSI Muhammadiyah Hasanah Kota Mojokerto pada bulan Januari-April 2019 sejumlah 104 bayi. Teknik sampling penelitian ini adalah total sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah semua bayi ikterus dengan fototerapi di RSI Muhammadiyah Hasanah Kota Mojokerto pada bulan Januari-April 2019 sejumlah 104 bayi. lnstrumen penelitian menggunakan rekam medik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir setengah responden mempunyai kadar bilirubin fisiologis 2 (>11-15 mg%) yaitu 50 bayi (48,1%) sebelum diberikan fototerapi dan sesudah diberikan fototerapi menurun dalam kisaran fisiologis I (>5-11 mg%) yaitu 91 bayi (87,5%). Rata-rata penurunan kadar bilirubin sesudah diberikan fototerapi adalah
6,38 mg% atau 46% dari kadar bilirubin awal. Fototerapi mengubah bilirubin menjadi bentuk yang larut dalam air untuk dieksresikan melalui empedu atau urin schingga bilirubin dalam darah menurun.