Abstract:
Suami merupakan orang pertama yang memberi dukungan karena menjadi sumber kekuatan utama bagi istri. Ibu yang tidak memperoleh dukungan dari suami akan merasa diabaikan, tidak berharga, merasa dalam bahaya, merasa diperlakukan tidak hormat, dan dapat mengalami gangguan psikologis seperti depresi postpartum.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan suami dengan depresi postpartum pada ibu postpartum. Desain penelitian menggunakan analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional.
Populasi penelitian adalah seluruh ibu postpartum kurang dari 6 minggu di wilayah kerja Puskesmas Gedongan Kecamatan Magersari Kota Mojokerto sebanyak 34 responden. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 32 responden.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa:
sebagian besar responden memperoleh dukungan suami positif sebanyak 17 orang (53,1%)
sebagian besar responden tidak mengalami depresi postpartum sebanyak 23 orang (71,9%)
Uji Mann–Whitney menunjukkan nilai p = 0,007 (α < 0,05), yang berarti terdapat hubungan antara dukungan suami dengan kejadian depresi postpartum. Ibu yang mendapatkan dukungan suami positif cenderung tidak mengalami depresi postpartum.
Bentuk dukungan suami meliputi ungkapan empati dan cinta, peningkatan kepercayaan diri istri, pemberian nasihat dan pengetahuan, bantuan sarana, serta penghargaan positif.
Kata Kunci: Dukungan Suami, Depresi Postpartum, Ibu Postpartum