Abstract:
Continuity of Care merupakan pelayanan yang tercapai ketika terjalinnya hubungan secara berkelanjutan antara seorang klien dan bidan. Asuhan yang berkesinambungan dilakukan dengan tujuan memberikan pelayanan secara menyeluruh yang dapat di mulai dari masa prakonsepsi, awal kehamilan, selama kehamilan di setiap trimester, proses persalinan, perawatan BBL, hingga pasca persalinan 6 minggu yang dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional. Asuhan yang diberikan selama masa hamil 1 kali, masa nifas sebanyak 4 kali, neonates sebanyak 3 kali dan pada pelayanan keluarga berencana (KB) sebanyak 1 kali serta didokumentasikan menggunakan metode SOAP. Asuhan kebidanan dilakukan pada Ny. Y usia 40 tahun G2P2A0 secara continuity of care mulai 9 desember 2025 sampai 8 februari 2026 . Pelayanan yang diberikan Kehamilan trimester III (1 kali oleh penulis dan 6 kali oleh tenaga kesehatan), Persalinan normal, Kunjungan nifas 4 kali (8 jam, 7 hari, 26 hari, 31 hari postpartum), Kunjungan neonatus 3 kali (8 jam, 7 hari, 26 hari), Pelayanan KB 1 kali (KB suntik 3 bulan). Dalam pendokumentasian menggunakan metode SOAP Kehamilan Ny. Y dari awal kehamilan sudah memiliki Riwayat bekas sc (BSC) dan kehamilan ini kehamilan Ny. Y masuk dalam kategori resiko tinggi dikarenakan umur sudah 40 tahun. Kemudian saat persalinan Ny. Y melahirkan pada tanggal 10 januari 2026 di Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik pada jam 05.30 dengan jenis kelamin Perempuan BB : 2700 gram, PB :48cm. mendapatkan asuhan bayi baru lahir normal. Masa nifas dan neonatus berjalan normal tanpa komplikasi. Ibu memilih menggunakan kontrasepsi IUD sebagai metode KB. Kunjungan nifas sebanyak 4 kali menunjukkan involusi uterus normal dan tidak ditemukan komplikasi. Kunjungan neonatus sebanyak 3 kali menunjukkan pertumbuhan dan adaptasi bayi dalam batas normal. Ibu memilih menggunakan KB suntik 3 bulan sebagai metode kontrasepsi. Secara keseluruhan tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan praktik. Pelaksanaan COC pada Ny. Y menunjukkan bahwa asuhan kebidanan yang berkesinambungan dan komprehensif mampu menjaga kondisi ibu dan bayi tetap dalam keadaan normal. Pemantauan kontinu memungkinkan deteksi dini risiko dan penanganan tepat waktu. Hasil ini mendukung pentingnya penerapan COC dalam meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan dan keselamatan ibu serta bayi.