Abstract:
Asuhan kebidanan yang komprehensif diperlukan untuk memantau kesejahteraan ibu dan janin serta mencegah terjadinya komplikasi selama masa kehamilan, persalinan hingga nifas. Metode asuhan menggunakan data primer dan data sekunder melalui pendokumentasian asuhan kebidanan dengan metode SOAP.
Asuhan kebidanan komprehensif (Continuity of Care) dilakukan pada Ny. “D” usia 26 tahun G2P00010 di RS. Sido Waras Mojokerto mulai dari masa kehamilan trimester III, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga pelayanan keluarga berencana. Hasil asuhan menunjukkan pada masa kehamilan usia 38-39 minggu, ibu mengalami ketidaknyamanan fisiologis berupa sering BAK dan nyeri punggung yang berhasil diatasi melalui edukasi posisi tubuh dan pola istirahat. Persalinan berlangsung secara spontan pada tanggal 21 Desember 2025 usia kehamilan 39-40 minggu melalui penerapan 60 langkah APN tanpa komplikasi. Bayi lahir bugar, jenis kelamin perempuan, BB 3200 gram, PB 50 cm, dan telah dilakukan IMD serta pemberian profilaksis lengkap (Vit K, salep mata, dan Hb_0). Pemantauan masa nifas hingga kunjungan ke-4 (40 hari) menunjukkan proses involusi uteri yang baik dengan TFU tidak teraba, luka jahitan perineum derajat 1 sembuh sempurna, serta keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Pada asuhan bayi baru lahir hingga usia 20 hari, pertumbuhan neonatus terpantau normal, tali pusat lepas pada hari ke-6 tanpa tanda infeksi, dan bayi mendapatkan imunisasi sesuai jadwal. Sebagai upaya pengaturan jarak kehamilan, telah dilakukan pemasangan kontrasepsi IUD pasca-plasenta segera setelah proses persalinan sesuai prosedur Kemenkes RI 2021. Hingga akhir masa nifas, posisi IUD terpantau aman dan tidak ditemukan keluhan ekspulsi. Pembahasan asuhan ini menunjukkan bahwa seluruh rangkaian tindakan yang diberikan telah sesuai dengan standar pelayanan kebidanan dan kewenangan bidan, di mana dukungan suami serta kepatuhan ibu menjadi faktor kunci dalam mencapai hasil asuhan yang fisiologis dan berkualitas.