Abstract:
Persalinan melalui operasi caesar (SC) meningkat secara global. Kondisi ini menyebabkan semakin banyak wanita menjalani kehamilan berikutnya dengan riwayat SC, yang berpotensi meningkatkan risiko komplikasi maternal maupun plasenta. Oleh karena itu, diperlukan asuhan kebidanan berkesinambungan atau continuity of care (COC) untuk memantau kondisi ibu dan bayi secara menyeluruh.
Asuhan kebidanan pada Ny. F usia 30 tahun G2P1A0 dilaksanakan selama ±7 minggu di RS Sahabat Pasuruan. Pelayanan meliputi 1x kunjungan antenatal, 1x asuhan persalinan, 4x kunjungan nifas, 3x kunjungan neonatus, serta 1x pelayanan keluarga berencana. Hasil asuhan menunjukkan bahwa Ny. F hamil 36–38 minggu dengan riwayat SC sebelumnya. Persalinan dilakukan melalui SC elektif pada usia kehamilan 39 minggu. Bayi lahir perempuan dengan berat badan 2.600 gram dalam kondisi stabil, tanda vital ibu dan bayi normal, serta luka operasi terkontrol.
Masa nifas menunjukkan adanya nyeri pada luka jahitan, diatasi melalui mobilisasi dini, teknik relaksasi, serta perawatan luka yang tepat. Bayi baru lahir dalam kondisi fisiologis normal, refleks baik, mendapatkan ASI eksklusif, serta telah menerima imunisasi dan vitamin K. Ibu memilih metode kontrasepsi suntik 3 bulan.
Penerapan COC pada kasus ini menunjukkan bahwa pelayanan kebidanan yang berkesinambungan mampu mendukung pemantauan kesehatan ibu dan bayi secara optimal serta meningkatkan kualitas asuhan kebidanan.