Abstract:
Asuhan yang diberikan dilakukan secara menyeluruh dengan pendekatan Continuity of Care, dimulai sejak masa kehamilan, persalinan, nifas, perawatan neonatus, hingga ibu menentukan pilihan kontrasepsi (KB). Penulis melakukan pendampingan kepada Ny. D melalui kunjungan berkesinambungan pada setiap tahapan tersebut serta memberikan pelayanan sesuai dengan kebutuhan ibu. Metode yang digunakan dalam pemberian asuhan bersumber dari data primer yang diperoleh melalui observasi dan wawancara. Selain itu, data sekunder didapatkan dari pihak-pihak yang berkaitan dengan Ny. D, seperti suami atau keluarga. Data tersier diperoleh dari buku KIA serta dokumentasi foto pemeriksaan penunjang.Asuhan kepada Ny. D dilaksanakan pada periode 6 Nopember sampai dengan 30 Deember 2025 dengan total 11 kali kunjungan, yang terdiri dari 2 kali kunjungan antenatal, 1 kali saat persalinan, 4 kali pada masa nifas, 3 kali kunjungan neonatus, dan 1 kali kunjungan KB. Pada masa kehamilan, ibu mengeluhkan perut terasa kencang dan nyeri pinggang, namun keluhan tersebut masih dalam batas fisiologis. Pada masa nifas, ibu mengeluhkan nyeri pada luka jahitan perinium, yang juga masih tergolong normal. Sementara itu, pada kunjungan neonatus dan KB, ibu menyatakan tidak ada keluhan dan kondisi ibu maupun bayi dalam keadaan sehat. Asuhan yang diberikan dapat dipahami serta diterapkan dengan baik oleh ibu. Diharapkan, melalui asuhan kebidanan yang berkesinambungan sejak kehamilan hingga masa KB dan perawatan neonatus, risiko komplikasi yang dapat menyebabkan peningkatan AKI dan AKB dapat diminimalkan. Selain itu, pelayanan ini diharapkan mampu meningkatkan peran aktif perempuan dalam pengambilan keputusan terkait kesehatan ibu dan bayi. Petugas kesehatan, khususnya bidan, disarankan untuk menerapkan pelayanan kebidanan yang berorientasi pada pendekatan Continuity of Care secara konsisten.