Abstract:
Pelaksanaan asuhan kebidanan ini dilakukan secara holistik melalui pendekatan Continuity of Care yang mencakup fase gestasi sampai program KB, dengan pendampingan intensif sesuai kondisi pasien. Peneliti menggunakan metode observasi selama kurun waktu 42 hari, yang terdiri atas satu kali asuhan kehamilan, satu kali persalinan, empat kali masa nifas, satu kali BBL, tiga kali pemeriksaan neonatus, serta satu kali pelayanan KB. Target utama asuhan ini adalah menjamin kesinambungan pelayanan dari awal kehamilan hingga kontrasepsi dengan sistem pencatatan SOAP. Berdasarkan tinjauan kasus Ny. ”C” (21 tahun), status kesehatan dari awal hingga akhir Trimester III teridentifikasi sebagai Kehamilan Risiko Rendah (KRR). Namun, ditemukan ketidaksesuaian antara teori dan praktik pada fase melahirkan karena pasien mengalami Ketuban Pecah Dini (KPD) yang memicu tindakan operasi sesar. Masa pascasalin berlangsung normal. Bayi berjenis kelamin laki-laki lahir sehat dengan berat 2550 gram serta panjang 45 cm, tanpa ada gangguan pada fase neonatal. Pasien kemudian menetapkan pilihan pada kontrasepsi suntik 3 bulan pasca konseling. Secara prinsip, pendampingan berkelanjutan yang optimal berperan krusial dalam menekan risiko komplikasi maternal maupun neonatal.