Abstract:
Angka Kematian Ibu dan Bayi sering dipicu oleh status gizi buruk seperti Kekurangan Energi Kronis (KEK). Ny. N di TPMB Ro’yatul Dwi Fitria terdeteksi memiliki LILA 22,4 cm, yang berisiko menyebabkan persalinan macet dan BBLR. Tujuan asuhan ini adalah memberikan asuhan kebidanan berkelanjutan (CoC) untuk memastikan luaran fisiologis.Asuhan dilakukan secara komprehensif mulai dari kehamilan trimester III (1 kali), persalinan (APN), nifas (KF 1-4), neonatus (KN 1-3), hingga pelayanan KB pascasalin. Data dikumpulkan melalui wawancara, pemeriksaan fisik, dan observasi langsung. Pada masa hamil, terjadi peningkatan LILA menjadi 24,1 cm melalui intervensi nutrisi. Persalinan berlangsung spontan pada 25 Desember 2025 dengan bayi lahir bugar (APGAR 10/10, BB 2.700 gr). Masa nifas dan neonatal berlangsung normal tanpa komplikasi. Ibu memilih menjadi akseptor KB suntik 3 bulan. Intervensi protein hewani lokal secara konsisten efektif mentransformasi status KEK menjadi normal, sehingga mencegah komplikasi persalinan. Seluruh asuhan yang diberikan telah sesuai dengan standar kompetensi bidan dan kebutuhan subjektif pasien. Asuhan CoC pada Ny. N berhasil mencapai kondisi ibu dan bayi sehat. Disarankan bagi bidan untuk memperkuat pemantauan LILA sejak awal kehamilan guna deteksi dini risiko gizi.