Abstract:
Asuhan kebidanan yang komprehensif (Continuity Of Care) sejak masa kehamilan sangat penting untuk dilaksanakan. Namun pada kenyataannya, tidak semua pelayanan kebidanan menerapkan prinsip continuity of care sehingga dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi.
Tujuan asuhan ini untuk memberikan asuhan kebidanan secara Continuity of Care pada ibu hamil,bersalin, nifas dan neonatus dengan pendokumentasian SOAP. Asuhan kebidanan yang diberikan pada Ny.”B” berlangsung 7 minggu dengan frekuensi kunjungan kehamilan 2 kali, persalinan 1 kali, nifas 4 kali,neonatus 3 kali, serta KB sebanyak 1 kali.
Asuhan kehamilan selama 2 kali tidak ditemukan masalah. Meskipun terdapat penyakit hyperbillirubinemia ditrimester 1 dan sudah teratasi. Asuhan persalinan kala I dan II tidak dilakukan dikarenakan ibu datang kebidan sudah pembukaan 9, kala III 15 menit, dan kala IV TFU 2 jari bawah pusat dengan perdarahan ± 150cc, ada laserasi dikulit perineum,mukosa vagina,serta otot perineum dan dijahit. Asuhan nifas I keluhan perut mules, asuhan II keluhan nyeri luka jahitan, asuhan III dan IV tidak ada keluhan. Asuhan neonatus jenis kelamin laki-laki, BB:3000 gram PB:50 cm aterm. Asuhan neonatus I, II dan III tidak ada keluhan. Asuhan KB, ibu telah diberikan konseling dan memutuskan menggunakan KB MAL(Metode Amenore Lactasi).
Pengkajian menggunakan data subjektif dan objektif tidak ditemukan masalah pada ibu dan bayi. Diagnosis nifas dan neonatus normal. Perencanaan dan pelaksanaan asuhan sudah dilakukan. Evaluasi kehamilan,persalinan dan nifas tanpa penyulit,neonatus fisiologis,ibu akseptor KB MAL.
Diharapkan ibu untuk melanjutkan pemberian ASI eksklusif sampai dengan usia 6 bulan tanpa tambahan susu formula dikarenakan ibu memutuskan menggunakan KB MAL. Mengimunisasikan bayinya secara rutin ke Posyandu.