Abstract:
Asuhan yang diberikan yaitu secara komprehensif dengan pendekatan Continuity Of Care (CoC) mulai dari ibu hamil, bersalin, ibu nifas, neonatus hingga ibu memutuskan untuk menggunakan kontrasepsi (KB). Penulis melakukan pendampingan pada Ny “E” dengan melakukan kunjungan mulai dari masa hamil, bersalin, masa nifas, neonatus dan KB serta memberikan asuhan sesuai dengan kebutuhan ibu.
Metode asuhan yang diambil yaitu dari data primer menggunakan data yang dikumpulkan melalui teknik wawancara, observasi dan pemeriksaan fisik pada ibu. Didapat juga dari data sekunder yaitu sumber informasi dari pihak yang masih berkaitan, bisa dari suami atau keluarga. Adapun dari data tersier yaitu dari buku KIA dan foto hasil USG.
Asuhan pada Ny “E” yang diberikan mulai dari tanggal 30 November 2025 sampai 08 Januari 2026 sebanyak 10 kali kunjungan. Yakni pada masa kehamilan dilakukan sebanyak 1 kali yaitu kunjungan. Selama masa nifas kunjungan dilakukan sebanyak 4 kali, pada KF 1 terdapat keluhan nyeri luka jahitan perineum, pada KF ke2 luka jahitan masih terasa nyeri tetapi berkurang, pada KF 3 dan 4 sudah tidak terdapat keluhan yang dirasakan oleh ibu. Adapun KN1 dilakukan pada usia bayi 8 jam, KN 2 diagnosa ditegakkan pada bayi Ny. "E" usia 4 hari, sedangkan KN 3 ditegakkan pada bayi Ny. "E" usia 14 hari. Pendokumentasian keluarga berencana dilakukan pada hari ke 29 postpartum dengan hasil ibu dengan akseptor baru KB MAL.
Diharapkan dengan adanya asuhan kebidanan yang berkesinambungan pada masa hamil, persalinan, masa nifas, neonatus sampai KB, diharapkan mampu untuk melakukan deteksi dini sehingga ibu dan bayi sehat tidak ada penyulit ataupun komplikasi dan menekan AKI dan AKB. Asuhan kebidanan yang komprehensif dapat mengoptimalkan deteksi resiko tinggi maternal neonatal.