Abstract:
Asma merupakan penyakit inflamasi kronik saluran napas yang menyebabkan obstruksi saluran napas dengan derajat bervariasi. Tanda gejala meliputi sesak napas, wheezing (mengi), batuk, dada terasa berat, serta disritmia napas yang dapat fluktuatif yang dapat menyebabkan pola napas tidak efektif. Tujuan penelitain ini adalah melaksanakan asuhan keperawatan dengan masalah pola nafas tidak efektif melalui penerapan pernapasan buteyko pada pasien asma. Metode penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan studi kasus yang dilakukan di ruang teratai atas dengan satu pasien asma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil pengkajian didapatkan pasien mengelu sesak nafas. Diagnosis keperawatan adalah pola nafas tidak efektif berhubungan dengan
hambatan upaya nafas. Intervensi yang dilakukan adalah manajemen jalan nafas dengan terapi pernafasan buteyko. Implementasi keperawatan 3 x 24 jam yang dilakukan sesuai dengan intervensi. Evaluasi keperawatan dilakukan selama 3x24 jam didapatkan masalah pola nafas tidak efektif teratasi. Berdasarkan hasil studi dapat di simpulkan bahwa pernafasan buteyko terbukti secara efektik membantu untuk mengatasi pola nafas tidak efektif. Terapi pernafasan buteyko merupakan salah satu intervensi mandiri yang dilakukan oleh perawat selama 15-20 mnt pada pasien kelolaan. Mulai hari pertama dilakukan asuhan keperawatan sampai hari ke tiga didapatkan hasil bahwa pasien mengatakan sesak nafas sudah teratasi. Mekanisme Buteyko pada pasien asma ialah melatih pernapasan hidung secara pelan dan dangkal untuk menurunkan hiperventilasi, menjaga kadar CO₂ tetap seimbang, serta merelaksasi otot polos bronkus. Dengan cara ini, pola napas menjadi lebih teratur, bronkospasme berkurang, dan kontrol gejala asma meningkat tanpa menggantikan terapi obat.