Abstract:
Asma merupakan penyakit kronik tidak menular pada saluran pernapasan yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan jalan napas akibat hiperreaktivitas bronkus. Kondisi ini menimbulkan pola napas tidak efektif, batuk, dan rasa berat di dada yang bersifat rekuren serta berdampak pada kualitas hidup penderitanya, sehingga memerlukan penanganan yang tepat dan berkelanjutan. Studi kasus ini bertujuan menggambarkan asuhan keperawatan pada pasien asma dengan masalah pola napas tidak efektif. Subjek penelitian adalah Ny. B usia 51 tahun. Hasil pengkajian, keluhan utama sesak napas disertai wheezing yang memberat saat aktivitas dan malam hari dengan data obyektif peningkatan frekuensi napas, penggunaan otot bantu napas, fase ekspirasi memanjang dan posisi orthopnea. Diagnosis keperawatan yang ditegakkan adalah pola napas tidak efektif berhubungan dengan bronkokonstriksi. Intervensi difokuskan pada teknik non-farmakologis berupa pursed lips breathing dan tripod position dengan durasi 5 menit pengambilan tripod position kemudian 15 menit pursed lips breathing. Evaluasi menunjukkan perbaikan kondisi pasien, ditandai dengan penurunan sesak napas, frekuensi napas membaik, dan penggunaan otot bantu napas. Teknik pursed lips breathing memperbaiki ekspirasi dengan menjaga tekanan positif jalan napas sehingga udara dapat keluar dengan maksimal, sedangkan tripod position meningkatkan ekspansi paru dan menurunkan kerja pernapasan. Intervensi ini efektif dalam meningkatkan ventilasi dan mengatasi pola napas tidak efektif.