Abstract:
Salah satu kondisi gawat darurat yang menjadi perhatian dalam keperawatan adalah henti jantung atau cardiac arrest. Kondisi ini memerlukan penanganan yang cepat dan tepat karena dapat menyebabkan kematian dalam waktu singkat. Rendahnya self-efficacy siswa dalam memberikan pertolongan pertama pada kasus henti jantung dapat menjadi salah satu faktor yang menghambat penanganan awal. Salah satu metode edukasi yang dapat digunakan untuk meningkatkan self-efficacy adalah media video animasi karena dapat menyampaikan informasi secara visual, menarik, dan mudah dipahami oleh siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi berbasis video animasi resusitasi jantung paru terhadap self-efficacy pertolongan pertama pada kasus cardiac arrest di SMK 4 Pancasila Ambulu Jember. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi dan sampel penelitian adalah seluruh siswa kelas XI SMK 4 Pancasila Ambulu Jember sebanyak 62 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner self-efficacy dengan skala Likert 1–5. Hasil pretest menunjukkan sebanyak 23 responden (37,1%) memiliki self-efficacy tinggi, sedangkan hasil posttest menunjukkan peningkatan menjadi 59 responden (95,2%). Hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon signed rank test menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05) dengan mean rank 31.50, dan Z-score -6,849. Peningkatan self-efficacy tersebut menunjukkan bahwa video animasi merupakan media edukasi yang efektif karena mampu menyajikan materi secara visual, interaktif, dan menarik, sehingga memudahkan siswa memahami tahapan resusitasi jantung paru, meningkatkan daya ingat terhadap informasi yang diberikan, serta menumbuhkan kepercayaan diri dalam melakukan pertolongan pertama pada kasus henti jantung.