Abstract:
Analisis Pengaruh self awareness terhadap pelaksanaan manajemen keselamatan pasien dan kejadian Insiden Keselamatan Pasien (IKP) di klinik Bojonegoro
Keselamatan pasien adalah prioritas utama untuk mencegah cedera dalam layanan kesehatan. Faktor internal seperti self-awareness (kesadaran diri) perawat berperan krusial dalam mengenali risiko klinis dan emosi saat bekerja. Tujuan penelitian ini menganalisis pengaruh self-awareness terhadap pelaksanaan Manajemen Keselamatan Pasien (MKP) dan kejadian Insiden Keselamatan Pasien (IKP) di klinik Kabupaten Bojonegoro. Desain penelitian kuantitatif cross-sectional. Populasi seluruh ketua tim MKP di 44 klinik di Bojonegoro, dengan sampel 38 responden melalui teknik purposive sampling. Variabel independen adalah self awareness dan variabel dependen manaje~me~n ke~se~lamatan pasi~e~n dan Ke~jadi~an I~nsi~de~n Ke~se~lamatan Pasi~e~n. Instrumen menggunakan kuesioner valid (r = 0,632) dan reliabel (Cronbach's Alpha 0,974). Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik. Penelitian ini telah dinyatakan laik etik (No: 07/KEP/UBS-PPNI/XI/2025). Hasil uji menunjukkan self-awareness berpengaruh signifikan terhadap penilaian manajemen keselamatan pasien (MKP) (p = 0,029) dan insiden keselamatan pasien (IKP) (p = 0,036), sehingga semakin baik self-awareness maka pelaksanaan MKP semakin optimal dan kejadian IKP cenderung menurun. Nilai koefisien regresi (B) menunjukkan arah pengaruh positif, di mana MKP (B = 2,470) memiliki pengaruh lebih kuat dibandingkan IKP (B = 1,833). Hasil uji Wald juga memperkuat temuan ini, dengan nilai MKP (1,720) lebih besar dibandingkan IKP (1,467), yang menunjukkan kontribusi MKP lebih dominan dalam model. Selain itu, nilai Exp(B) menunjukkan bahwa peluang peningkatan pada MKP (6,200) lebih besar dibandingkan IKP (4,250), sehingga dapat disimpulkan bahwa pengaruh self-awareness terhadap MKP lebih dominan dibandingkan terhadap IKP. Self-awareness berpengaruh positif terhadap pelaksanaan manajemen keselamatan pasien dan berperan penting dalam meminimalkan kejadian IKP. Pengelola klinik disarankan meningkatkan program pelatihan pengembangan kesadaran diri dan budaya keselamatan pasien guna menjamin kualitas pelayanan yang aman bagi masyarakat.
Kata Kunci: Self-Awareness, Manajemen Keselamatan Pasien (MKP), Insiden Keselamatan Pasien (IKP), Klinik.