Abstract:
Apendisitis merupakan kondisi yang sering menyebabkan nyeri abdomen akut dan
umumnya ditangani melalui tindakan pembedahan berupa apendektomi. Pasca operasi,
pasien sering mengalami nyeri akut akibat trauma jaringan dan proses inflamasi yang dapat
memengaruhi kenyamanan, membatasi mobilisasi, serta memperlambat proses pemulihan.
Oleh karena itu, diperlukan intervensi keperawatan yang efektif, baik secara farmakologis
maupun nonfarmakologis, salah satunya melalui teknik relaksasi autogenik. Penulisan ini
bertujuan untuk mengevaluasi penerapan asuhan keperawatan pada pasien dengan nyeri
akut pasca apendektomi melalui teknik relaksasi autogenik. Metode yang digunakan
adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian,
diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah
seorang pasien perempuan berusia 20 tahun dengan diagnosis medis post apendektomi
yang mengalami nyeri akut dengan skala 6 (nyeri sedang). Intervensi yang diberikan
berupa terapi relaksasi autogenik selama 10–15 menit setiap sesi, dilakukan dua kali sehari
selama dua hari berturut-turut, serta dikombinasikan dengan manajemen nyeri standar.
Hasil menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri setelah pemberian terapi relaksasi
autogenik, ditandai dengan menurunnya skala nyeri, berkurangnya ekspresi
ketidaknyamanan, serta meningkatnya kondisi relaksasi pasien. Secara fisiologis, teknik
ini bekerja dengan meningkatkan aktivitas sistem saraf parasimpatis, menurunkan respons
stres, serta merangsang pelepasan endorfin sebagai analgesik alami tubuh. Relaksasi
autogenik efektif sebagai intervensi nonfarmakologis dalam menurunkan nyeri akut pada
pasien pasca apendektomi dan dapat dijadikan sebagai terapi pendukung dalam asuhan
keperawatan komprehensif.