Abstract:
Continuity of Care (CoC) merupakan model pelayanan kebidanan berkelanjutan yang memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas asuhan serta keselamatan ibu dan bayi. Pendekatan ini bertujuan untuk meminimalisir intervensi medis yang tidak perlu sekaligus mendeteksi secara dini adanya risiko komplikasi maternal dan neonatal. Dengan pemantauan yang dilakukan secara terus-menerus, tenaga kesehatan dapat memberikan pelayanan yang lebih optimal, tepat sasaran, serta sesuai dengan kebutuhan ibu dan bayi pada setiap tahap kehidupan reproduksi. Di Puskesmas Dawarblandong, cakupan kunjungan antenatal dan neonatal masih berada di bawah target nasional. Hal ini menunjukkan perlunya upaya peningkatan pelayanan melalui pendekatan yang lebih komprehensif dan berkesinambungan. Oleh karena itu, penerapan model Continuity of Care menjadi salah satu strategi yang efektif untuk meningkatkan derajat kesehatan ibu dan bayi serta mencegah terjadinya komplikasi yang tidak terdeteksi sejak dini. Asuhan kebidanan ini bertujuan untuk melaksanakan manajemen kebidanan secara berkesinambungan pada Ny. S usia 21 tahun dengan menggunakan pendekatan SOAP (Subjective, Objective, Assessment, Planning). Pelaksanaan dilakukan melalui pendampingan langsung sejak kehamilan trimester III, persalinan, masa nifas, bayi baru lahir, hingga pelayanan keluarga berencana. Hasil menunjukkan bahwa Ny. S menjalani kehamilan normal, persalinan spontan pada usia kehamilan 40 minggu dengan bayi lahir sehat (BB 3300 gram, PB 51 cm), serta masa nifas berlangsung fisiologis hingga hari ke-40. Ibu juga memilih KB implan. Tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan praktik, sehingga disimpulkan bahwa CoC penting untuk menjamin keselamatan ibu dan bayi.