Abstract:
Kehamilan, persalinan, nifas, neonatus, hingga keluarga berencana
merupakan rangkaian proses fisiologis yang berpotensi menimbulkan komplikasi
apabila tidak dipantau secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan asuhan
kebidanan berkelanjutan (continuity of care) untuk memantau kondisi ibu dan bayi
secara menyeluruh. Asuhan diberikan kepada Ny. “K” usia 29 tahun G2P10001 di
Puskesmas Dawarblandong melalui kunjungan antenatal care (ANC) dan
kunjungan rumah dengan manajemen kebidanan serta pendokumentasian SOAP.
Asuhan meliputi 1 kali kunjungan trimester III, 1 kali asuhan persalinan, 4 kali
asuhan nifas, 3 kali asuhan neonatus, dan 1 kali asuhan keluarga berencana. Hasil
asuhan menunjukkan kehamilan berlangsung fisiologis, persalinan spontan
pervaginam pada usia kehamilan 38 minggu, masa nifas dan neonatus dalam
kondisi normal, serta ibu memilih kontrasepsi kondom karena tidak memengaruhi
laktasi dan sesuai untuk menjarangkan kehamilan. Ditemukan kesenjangan pada
jumlah kunjungan ANC yang hanya dilakukan sebanyak 3 kali, sedangkan standar
pelayanan minimal 6 kali selama kehamilan. Selain itu, lama perawatan
pascapersalinan hanya 5 jam, sedangkan secara teori seharusnya dilakukan selama
1-2 hari. Namun dari segi pengkajian data subyektif dan obyektif, analisis, dan
penatalaksanaan, sudah sesuai dengan teori. Asuhan kebidanan berkelanjutan
diharapkan dapat meningkatkan kesehatan ibu dan bayi serta mencegah komplikasi
secara dini.