Abstract:
Fatigue adalah gangguan fisik dan mental yang terjadi dalam waktu lama dan tidak membaik meskipun telah beristirahat, Bila fatigue tidak di atas i dapat dapat memengaruhi kemampuan konsentrasi, proses berpikir, berhubungan sosial, serta dapat menurunkan kualitas hidup pasien. Desain penelitian ini menggunakan Pre Eksperimental dengan rancangan one group pre test dan post test design. Teknik Sampling yang di gunakan adalah Consecutive Sampling dengan jumlah sampel 32 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan di analisis menggunakan uji Marginal Homogeneity. Sebelum di berikan intervensi sebagian besar responden mengalami fatigue sedang, sedangkan setelah di berikan intervensi terjadi penurunan tingkat fatigue menjadi fatigue ringan pada sebagian besar responden. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh deep breathing exercise terhadap kejadian fatigue pada pasien yang menjalani hemodialisa, dengan adanya nilai P-Value ( 0,000 ), Nilai P-Value < ( 0,05 ). Terdapat pengaruh Deep Breathing Exercise terhadap kejadian fatigue pada pasien yang menjalani hemodialisa di RSI Sakinah Mojokerto. Deep Breathing Exercise terbukti efektif dalam menurunkan tingkat fatigue pada pasien yang menjalani hemodilalisa, karena Deep Breathing Exercise menstimulasi saraf parasimpatik sehingga tubuh lebih rileks dan suplai oksigen meningkat, membantu untuk meningkatkan produksi energi sehingga fatigue dapat menurun.