Abstract:
Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan penyakit kronis pada sistem pernapasan yang menyebabkan hambatan aliran udara dan peningkatan produksi sekret sehingga menimbulkan masalah bersihan jalan napas tidak efektif. Penumpukan sputum dapat menyebabkan sesak napas dan gangguan oksigenasi. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diberikan adalah fisioterapi dada kombinasi batuk efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan fisioterapi dada kombinasi batuk efektif pada pasien PPOK dengan masalah bersihan jalan napas tidak efektif di RSUD Ibnu Sina Gersik. Metode penelitian menggunakan studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan pada satu pasien PPOK selama 3×24 jam. Intervensi yang diberikan meliputi fisioterapi dada kombinasi batuk efektif, pemberian posisi semi-Fowler, terapi oksigen, anjuran minum hangat dan asupan cairan, serta kolaborasi bronkodilator dan mukolitik. Hasil penelitian menunjukkan kondisi pasien membaik secara bertahap. Hari pertama pasien masih sesak dan sputum sulit keluar. Hari kedua sesak mulai berkurang dan sputum mulai keluar. Hari ketiga pasien sudah tidak sesak, sputum lebih mudah dikeluarkan, ronki menurun, RR menjadi 19 x/menit, dan SpO2 meningkat menjadi 99%. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa fisioterapi dada kombinasi batuk efektif efektif membantu meningkatkan bersihan jalan napas pada pasien PPOK. Perawat diharapkan dapat menerapkan intervensi ini untuk membantu memperbaiki status pernapasan pasien PPOK.