Abstract:
Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan penyakit paru progresif yang ditandai dengan keterbatasan aliran udara dan sering menimbulkan masalah keperawatan berupa pola napas tidak efektif. Kondisi ini ditandai dengan dispnea, takipnea, penggunaan otot bantu napas, fase ekspirasi memanjang, serta penurunan saturasi oksigen yang dapat menurunkan kualitas hidup pasien. Salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis yang dapat diberikan adalah teknik Pursed Lip Breathing (PLB) yang bertujuan memperbaiki ventilasi paru dan meningkatkan efektivitas pola napas. Tujuan studi kasus ini adalah menganalisis asuhan keperawatan pada pasien PPOK dengan masalah pola napas tidak efektif melalui penerapan teknik Pursed Lip Breathing di Ruang Teratai 2 RSUD RT. Notopuro Sidoarjo. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Intervensi PLB diberikan selama 3 hari berturut-turut dengan frekuensi 2 kali sehari selama ±10–15 menit setiap sesi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya perbaikan pola napas secara bertahap. Pada awal pengkajian pasien mengalami sesak napas, frekuensi napas 28 kali/menit, penggunaan otot bantu napas, wheezing, dan saturasi oksigen 92%. Setelah pemberian PLB selama 3 hari, frekuensi napas menurun menjadi 22 kali/menit, saturasi oksigen meningkat menjadi 97%, wheezing menghilang, penggunaan otot bantu napas berkurang, serta keluhan sesak napas menurun secara signifikan. Pasien juga mampu melakukan teknik PLB secara mandiri dan benar. Kesimpulan studi kasus ini menunjukkan bahwa penerapan teknik Pursed Lip Breathing efektif dalam mengatasi masalah pola napas tidak efektif pada pasien PPOK. Teknik ini mampu memperbaiki ventilasi paru, menurunkan frekuensi napas, meningkatkan saturasi oksigen, mengurangi penggunaan otot bantu napas, serta meningkatkan kenyamanan pasien dalam bernapas.