Abstract:
Kebiasaan sarapan pagi berperan penting sebagai sumber energi untuk mendukung kesiapan fisik dan fungsi otak siswa sebelum mengikuti pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan sarapan pagi dengan konsentrasi belajar siswa kelas III–V di SDN Wonorejo. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di SDN Wonorejo pada Februari 2026. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas III, IV, dan V sebanyak 77 siswa dengan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner kebiasaan sarapan pagi dan kuesioner konsentrasi belajar. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki kebiasaan sarapan kategori baik sebanyak 49 siswa (63,6%) dan konsentrasi belajar kategori tinggi sebanyak 40 siswa (51,9%). Hasil analisis crosstab menunjukkan 37 responden (48,1%) dengan kebiasaan sarapan baik memiliki konsentrasi belajar tinggi, sehingga terdapat hubungan antara kebiasaan sarapan pagi dengan konsentrasi belajar siswa. Hal tersebut dapat terjadi karena sarapan pagi menyediakan energi yang dibutuhkan otak untuk mempertahankan fokus dan perhatian selama pembelajaran. Dengan demikian, semakin baik kebiasaan sarapan pagi siswa, semakin tinggi pula konsentrasi belajarnya.