Abstract:
Petani merupakan kelompok pekerja yang memiliki risiko tinggi mengalami Musculoskeletal Disorders (MSDs) akibat aktivitas kerja fisik yang berat, gerakan berulang, dan postur kerja yang tidak ergonomis dengan waktu yang cukup lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan postur kerja dengan risiko Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada petani di Desa Sanganom Kecamatan Nguling. Penelitian menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 714 petani dengan sampel sebanyak 75 responden menggunakan teknik systematic random sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan Rapid Entire Body Assessment (REBA) untuk mengukur postur kerja dan kuesioner Nordic Body Map (NBM) untuk mengukur risiko Musculoskeletal Disorders (MSDs). Analisis data menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat signifikasi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan hampir setengah responden (44%) memiliki postur kerja kategori sedang dan tinggi, serta sebagian besar responden (58,7%) mengalami risiko Musculoskeletal Disorders (MSDs) dalam kategori tinggi. Hasil uji Spearman Rank diperoleh nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05) dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,638, yang menunjukkan adanya hubungan signifikan, sedang, dan bersifat positif antara postur kerja dengan risiko Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada petani di Desa Sanganom Kecamatan Nguling. Semakin tidak ergonomis postur kerja petani, maka semakin tinggi risiko terjadinya Musculoskeletal Disorders (MSDs), begitupun sebaliknya. Pentingnya penerapan postur kerja ergonomis untuk mengurangi risiko Musculoskeletal Disorders dan petani dianjurkan melakukan peregangan secara rutin sebelum dan sesudah bekerja.