Abstract:
Diabetes Melitus tipe 2 merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan jangka panjang. Namun, kadar glukosa darah yang tidak terkontrol masih menjadi permasalahan yang dapat meningkatkan risiko berbagai komplikasi. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam pengendalian kadar glukosa darah adalah dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di poli penyakit dalam RSI Sakinah Mojokerto. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian sebanyak 214 pasien, dengan jumlah sampel sebanyak 152 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Hensarling Diabetes Family Support Scale (HDFSS) untuk mengukur dukungan keluarga dan hasil pemeriksaan lab untuk mengukur kadar glukosa darah. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki dukungan keluarga tinggi sebesar 47,4% dan kadar glukosa darah normal sebesar 71,7%. Hasil uji menunjukkan nilai p = 0,000 < 0,05 dengan koefisien korelasi -0,828. Ini menunjukkan terdapat hubungan kuat dan arah hubungan kedua variabel adalah negatif atau berlawanan arah. Maka dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi dukungan keluarga, maka kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 cenderung semakin terkontrol. Berdasarkan analisis pada setiap domain dukungan keluarga, dukungan emosional merupakan domain yang memiliki hubungan paling kuat dengan kadar glukosa darah, sedangkan dukungan aktivitas fisik merupakan domain yang memiliki hubungan paling lemah dibandingkan domain dukungan keluarga lainnya. Peran keluarga yang baik dapat mendukung pengelolaan kadar glukosa darah yang lebih terkontrol pada pasien diabetes melitus tipe 2.