Abstract:
Hipertensi merupakan penyakit kronis pada lansia yang memerlukan pengelolaan mandiri secara berkelanjutan untuk mencegah komplikasi, di mana keberhasilannya dipengaruhi oleh keyakinan diri (self-efficacy). Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara self-efficacy dengan self-care management pada lansia hipertensi di Desa Kumitir. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 77 lansia, dengan sampel 65 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Self-Efficacy to Manage Hypertension-Five Item Scale dan Hypertension Self Management Behaviors Questionnaire, lalu dianalisis dengan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki self-efficacy kurang (56,9%) dan self-care management kurang (53,8%). Uji statistik memperoleh nilai p-value = 0,000 dan koefisien korelasi (r) = 0,747, menandakan adanya hubungan signifikan, kuat, dan berarah positif. Semakin tinggi self-efficacy yang dimiliki lansia, maka semakin baik self-care management yang dilakukan dalam mengendalikan hipertensi. Temuan ini mengonfirmasi pentingnya aspek psikologis dalam manajemen penyakit kronis. Namun, penelitian ini terbatas pada desain cross-sectional dan potensi bias kuesioner. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya perlu mengkaji faktor eksternal seperti dukungan keluarga dan literasi kesehatan. Penelitian mendatang direkomendasikan menggunakan desain longitudinal atau eksperimen melalui intervensi peer-support atau motivational interviewing untuk mengevaluasi dampak jangka panjang peningkatan self-efficacy terhadap perilaku self-care lansia.