Abstract:
Pendahuluan: Kesepian merupakan salah satu masalah psikologis yang sering dialami oleh lanjut usia dan dapat memengaruhi kualitas hidup mereka. Kualitas hidup merupakan indikator penting yang menggambarkan kesejahteraan lansia yang meliputi aspek fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesepian dengan kualitas hidup pada lanjut usia di Unit Pelaksana Teknis Pesanggrahan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial Mojopahit Mojokerto. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan korelasional cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 32 lanjut usia yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Kesepian diukur menggunakan kuesioner UCLA Loneliness Scale, sedangkan kualitas hidup diukur menggunakan WHOQOL-OLD. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman Rho dengan bantuan SPSS versi 21. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami kesepian sedang (31%) dan memiliki kualitas hidup sedang (62,5%). Analisis: Hasil analisis statistik menggunakan uji Spearman Rho menunjukkan nilai p = 0,000 (<0,05) dengan koefisien korelasi r = -0,790 yang artinya terdapat hubungan yang kuat dengan arah negatif antara kesepian dan kualitas hidup pada lanjut usia. Semakin berat kesepian, semakin rendah kualitas hidup yang dimiliki lansia. Pembahasan: Kesepian dapat memengaruhi kondisi psikologis, interaksi sosial, dan kesejahteraan lansia secara keseluruhan. Sebaliknya, dukungan sosial dan hubungan interpersonal yang baik dapat membantu menurunkan kesepian sehingga kualitas hidup menjadi lebih baik. Dapat disimpulkan bahwa kesepian berhubungan signifikan dengan kualitas hidup lanjut usia, dengan korelasi kuat dan arah negatif (p = 0,000; r = -0,790).