Abstract:
Nyeri akut pada pasien post apendiktomi timbul akibat kerusakan jaringan
dan perubahan perfusi yang memicu hipoksia serta akumulasi asam laktat, sehingga
menimbulkan nyeri yang apabila tidak ditangani dapat berdampak pada gangguan
fisik, psikologis, dan sosial pasien. Tujuan dari asuhan keperawatan ini adalah
mampu mengaplikasikan analisis asuhan keperawatan pada klien post
appendiktomi dengan masalah nyeri akut melalui penerapan Slow Deep Breathing
di RS Gatoel Kota Mojokerto. Metode yang digunakan dalam melakukan asuhan
keperawatan secara menyeluruh tentang nyeri akut. Partisipan dalam studi kasus ini
adalah 1 pasien post apendiktomi yang mengalami nyeri akut (D. 0007). Teknik
pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi
dokumentasi. Hasil dari asuhan keperawatan secara menyeluruh selama 3x24 jam
pada partisipan, dalam pengkajian data dasar ditemukan data subjektif dan data
objektif yang menunjukkan pasien mengalami nyeri akut berhubungan dengan agen
pencedera fisik sekunder akibat post operasi apendiktomi. Rencana asuhan sesuai
dengan yang diimplementasikan dalam asuhan keperawatan adalah Manajemen
Nyeri (I.08238) dengan tujuan setelah dilakukan tindakan keperawatan tingkat
nyeri (L.08066). Implementasi evidence based nursing menggunakan Slow Deep
Breathing. Evaluasi hasil asuhan keperawatan menunjukkan adanya penurunan
tingkat nyeri secara bertahap dari skala 6 menjadi skala 2, berkurangnya ekspresi
meringis, membaiknya pola tidur, serta stabilnya tanda-tanda vital. Penerapan Slow
Deep Breathing dinyatakan efektif dalam menurunkan nyeri pada klien post
appendiktomi. Slow deep breathing efektif menurunkan nyeri pada pasien post
apendiktomi dengan meningkatkan oksigenasi, memberikan efek relaksasi,
mengalihkan fokus dari nyeri, serta mengurangi kecemasan sehingga persepsi nyeri
berkurang.