Abstract:
Preeklamsia adalah kondisi selama kehamilan yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah, proteinuria, serta gangguan perfusi jaringan yang dapat berlanjut pada masa postpartum. Kondisi ini dapat menimbulkan masalah keperawatan perfusi perifer tidak efektif yang ditandai dengan edema ekstremitas, hipertensi, CRT memanjang, akral dingin, serta keluhan pusing. Salah satu nonfarmakologis yang bisa diterapkan untuk memperbaiki aliran darah perifer adalah hidroterapi air hangat dan serai. Penelitian ini memiliki tujuan menganalisis asuhan keperawatan pada ibu post sectio caesarea indikasi preeklamsia yang mengalami perfusi perifer tidak efektif melalui penerapan hidroterapi air hangat dan serai. Metode
penelitian ini menggunakan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan berdasarkan SDKI, SLKI, dan SIKI, yang meliputi pengkajian, penetapan diagnosis, perencanaan intervensi, implementasi, dan evaluasi. Hasil pengkajian pada pasien Ny. H menunjukkan tekanan darah 169/110 mmHg, edema pada kedua kaki, CRT >2 detik, akral dingin, serta protein urine positif (+1) disertai keluhan pusing. Setelah dilakukan intervensi hidroterapi air hangat dan serai selama tiga hari, terjadi perbaikan kondisi berupa penurunan tekanan darah menjadi 137/95 mmHg, berkurangnya edema, CRT membaik menjadi <2 detik, akral hangat, serta keluhan pusing yang semakin menurun. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan hidroterapi air hangat dan serai membantu memperbaiki aliran darah perifer pada pasien post sectio caesarea dengan preeklamsia. Intervensi ini memberikan efek yang baik terhadap perbaikan sirkulasi perifer dan meningkatkan kenyamanan pasien. Saran bagi perawat adalah dapat mengaplikasikan hidroterapi air hangat dan serai sebagai terapi komplementer dalam asuhan
keperawatan, Peneliti selanjutnya diharapkan mengembangkan dengan melibatkan sampel yang lebih luas serta menerapkan metode penelitian yang lebih beragam.