Abstract:
Halusinasi dapat meningkatkan risiko perilaku yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain sehingga memerlukan intervensi keperawatan yang tepat. Tujuan dari asuhan keperawatan ini adalah mampu mengaplikasikan Analisis asuhan keperawatan jiwa pada Ny. S dengan diagnosa keperawatan gangguan persepsi sensori : halusinasi pendengaran dan penglihatan di Rumah Sakit Menur Surabaya. Metode yang digunakan dalam melakukan asuhan keperawatan secara menyeluruh tentang nyeri akut. Partisipan dalam studi kasus ini adalah 1 pasien dengan diagnosis medis skizofrenia yang mengalami gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran dan penglihatan (D.0085). Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil asuhan keperawatan selama delapan hari menunjukkan bahwa pada pengkajian awal ditemukan data subjektif berupa klien mengatakan mendengar suara bisikan seorang laki-laki yang mengatakan “aku sayang kamu” serta melihat bayangan hitam, sedangkan data objektif menunjukkan klien tampak berbicara sendiri, kontak mata kurang, afek murung, dan sering melamun. Rencana asuhan keperawatan yang diimplementasikan mengacu pada intervensi manajemen halusinasi melalui Strategi Pelaksanaan (SP) 1 sampai SP 4, dengan penambahan evidence-based nursing berupa terapi okupasi berkebun karena saat penggalian kemampuan positif pasien menunjukkan minat berkebun, suka menanam bunga dan sayur. Evaluasi menunjukkan adanya penurunan frekuensi halusinasi, peningkatan kemampuan klien dalam mengontrol halusinasi, peningkatan kemampuan komunikasi dan interaksi sosial, serta peningkatan kepatuhan terhadap pengobatan selama menjalani perawatan. Penerapan terapi okupasi berkebun efektif membantu mengontrol halusinasi karena mampu mengalihkan perhatian klien dari stimulus internal menuju aktivitas nyata, meningkatkan konsentrasi, serta mendorong interaksi sosial selama proses terapi.