Abstract:
Skizofrenia merupakan gangguan jiwa kronis yang ditandai dengan gangguan
proses pikir, emosi, persepsi, dan perilaku. Salah satu gejala yang paling sering
muncul adalah halusinasi pendengaran, yang ditandai dengan pasien mendengar
suara-suara tanpa adanya rangsangan nyata. Halusinasi pendengaran dapat
menyebabkan pasien sulit berkonsentrasi, menarik diri dari lingkungan, serta
mengalami gangguan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Salah satu intervensi
keperawatan yang dapat digunakan untuk membantu mengendalikan halusinasi
adalah terapi bercakap-cakap dengan orang lain. Penelitian ini bertujuan
mengetahui penerapan asuhan keperawatan dengan teknik bercaka-cakap pada
pasien skizofrenia dengan halusinasi pendengaran. Metode yang digunakan adalah
studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan dan strategi
pelaksanaan selama 4 hari. Hasil pengkajian menunjukkan masalah keperawatan
utama yaitu Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran. Intervensi
bercaka-cakap diberikan selama 4 hari pertemuan sesuai strategi Pelaksanaan (SP)
keperawatan halusinasi. Evaluasi menunjukkan bahwa pasien mampu menerapkan
terapi bercakap-cakap secara mandiri saat halusinasi muncul, lebih kooperatif
dalam berinteraksi, serta mengalami penurunan frekuensi dan intensitas halusinasi
pendengaran. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa terapi bercakap-cakap efektif
dalam membantu pasien mengalihkan perhatian dari halusinasi, memberikan
ketenangan emosional, meningkatkan kontrol diri, serta menurunkan intensitas
halusinasi pendengaran pada pasien dengan skizofrenia.