Abstract:
Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) merupakan kondisi penyakit kronis yang
dapat menyebabkan komplikasi neuropati sensorik diabetik (NSD) akibat
hiperglikemia kronis. Duration of type 2 diabetes mellitus diduga berperan dalam
meningkatkan risiko terjadinya NSD yang dapat menyebabkan penurunan sensasi
protektif pada kaki penderita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan
antara duration of type 2 diabetes mellitus dan neuropati sensorik diabetik pada
pasien DM di Puskesmas Dlanggu Kabupaten Mojokerto. Desain penelitian ini
menggunakan analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi
penelitian ini meliputi seluruh pasien diabetes melitus peserta Prolanis yang aktif di
Puskesmas Dlanggu sebanyak 51 orang. Sampel penelitian ini berjumlah 40
responden yang sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Variabel duration of type 2
diabetes mellitus diukur melalui kuesioner dan atau rekam medis, sedangkan NSD
dilakukan menggunakan Ipswich Touch Test (IpTT) dan lembar observasi. Analisis
data menggunakan uji Spearmen Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian
besar responden dengan duration of type 2 diabetes mellitus ≥5 tahun mengalami
loss of protective sensation (LOPS) atau mengalami NSD sebanyak 16 responden
(80%). Hasil uji korelasi Spearmen Rho menunjukkan adanya hubungan antara
duration of type 2 diabetes mellitus dengan NSD (p-value = 0,003 (<0,05) dan nilai r
= 0,455). Semakin lama duration of type 2 diabetes mellitus, maka semakin
meningkatkan risiko terjadinya NSD akibat paparan hiperglikemia kronis.