Abstract:
Temper tantrum merupakan ledakan emosi yang sering terjadi pada anak usia prasekolah dan dapat memengaruhi berbagai aspek perkembangan, termasuk perkembangan bahasa. Anak yang mengalami kesulitan dalam berkomunikasi cenderung lebih sulit menyampaikan kebutuhan dan perasaannya sehingga lebih mudah menunjukkan perilaku temper tantrum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara temper tantrum dengan perkembangan bahasa anak di TK Al-Hikmah Ngares Kidul Gedeg Mojokerto, Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 50 anak yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Emotion Regulation Checklist (ERC) dan Preschool Language Scale (PLS-4), Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat temper tantrum rendah sebanyak 28 responden (56%) dan perkembangan bahasa baik/normal sebanyak 36 responden (72%). Berdasarkan Hasil crosstab menunjukkan, sebanyak 26 anak (73%) dengan tingkat temper tantrum rendah memiliki perkembangan bahasa baik/normal, sedangkan pada kelompok temper tantrum tinggi sebagian besar anak memiliki perkembangan bahasa meragukan dan mengalami keterlambatan. Nilai mean dan median temper tantrum masing-masing sebesar 51,40 dan 46,50, sedangkan nilai mean dan median perkembangan bahasa masing-masing sebesar 16,64 dan 17,00, terdapat hubungan yang signifikan antara temper tantrum dengan perkembangan bahasa anak di TK Al-Hikmah Ngares Kidul Gedeg Mojokerto. Semakin rendah tingkat temper tantrum yang dialami anak, semakin baik perkembangan bahasanya, Hal ini menunjukkan perkembangan bahasa anak tidak hanyan di pengatuhi temper tantrum tetapi juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti stimulasi yang di berikan orang tua, lingkungan dan kemampuan masing” individu anak.