Abstract:
Hipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif yang sering terjadi pada lansia dan
dapat meningkatkan beban kerja jantung sehingga berisiko menyebabkan penurunan curah jantung. Kondisi ini ditandai dengan mudah lelah, sesak napas saat beraktivitas, penurunan toleransi aktivitas, serta gangguan perfusi jaringan. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diterapkan adalah Senam Ling Tien Kung untuk membantu meningkatkan fungsi kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan Senam Ling Tien Kung pada lansia dengan hipertensi yang mengalami masalah keperawatan penurunan curah jantung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada satu orang lansia hipertensi yang mengalami penurunan curah jantung. Asuhan keperawatan dilakukan selama delapan kali pertemuan melalui tahapan pengkajian, penegakan diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Intervensi utama berupa Perawatan Jantung yang dipadukan dengan Senam Ling Tien Kung, pemantauan status hemodinamik, edukasi, modifikasi gaya hidup, dan kolaborasi terapi farmakologis. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbaikan kondisi pasien secara bertahap setelah dilakukan intervensi sebanyak 8 kali pertemuan, yang ditandai dengan penurunan tekanan darah dari 184/92 mmHg menjadi 160/82 mmHg, penurunan frekuensi nadi dari 108 kali/menit menjadi 90 kali/menit, berkurangnya keluhan sesak napas dan mudah lelah, membaiknya perfusi perifer, serta meningkatnya toleransi aktivitas. Penerapan Senam Ling Tien Kung yang dikombinasikan dengan intervensi Perawatan Jantung dapat membantu memperbaiki curah jantung, mengontrol tekanan darah, meningkatkan toleransi aktivitas, dan memperbaiki kondisi hemodinamik pada lansia dengan hipertensi. Intervensi ini dapat dijadikan sebagai terapi pendamping nonfarmakologis dalam pemberian asuhan keperawatan pada pasien hipertensi dengan penurunan curah jantung.