Abstract:
Cedera kepala merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi akibat kecelakaan lalu lintas dan dapat menyebabkan kematian maupun kecacatan. Tingkat keparahan cedera kepala merupakan faktor penting yang memengaruhi risiko mortalitas pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara derajat keparahan berdasarkan Revised Trauma Score dengan risiko mortalitas pada pasien cedera kepala di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Islam Sakinah Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 24 responden yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Penelitian ini telah memperoleh persetujuan etik berdasarkan Surat Layak Etik No.113/KEP/UBS-PPNI/V/2026. Derajat keparahan cedera kepala dinilai menggunakan RTS yang memiliki kemampuan prediksi mortalitas yang baik dengan nilai Area Under Curve (AUC) sebesar 0,932, sensitivitas 82,6%, dan spesifisitas 100%, sedangkan risiko mortalitas diukur menggunakan GAP (Glasgow Coma Scale, Age, and Systolic Blood Pressure) Score yang memiliki sensitivitas 72,99% dan spesifisitas 95,52%. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman rho dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki derajat keparahan ringan sebanyak 87,5% responden dan risiko mortalitas rendah sebanyak 83,3% responden. Hasil uji Spearman rho menunjukkan nilai p = 0,000 (<0,05) dengan koefisien korelasi r = 0,872. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan dengan kekuatan hubungan sangat kuat dan arah positif antara derajat keparahan cedera kepala dan risiko mortalitas. Semakin berat derajat keparahan cedera kepala, semakin tinggi risiko mortalitas pasien.