Abstract:
Gastritis merupakan salah satu penyakit saluran pencernaan yang paling sering memicu hospitalisasi akibat keluhan nyeri ulu hati yang akut. Nyeri yang tidak teratasi tidak hanya menimbulkan distres fisik, tetapi juga memicu gangguan sirkadian malam hari yang berdampak buruk pada pola istirahat pasien. Gangguan tidur berkepanjangan dapat menghambat regenerasi mukosa lambung dan meningkatkan risiko komplikasi, seperti ulkus peptikum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas nyeri dengan kualitas tidur pada pasien gastritis di ruang rawat inap RSI Sakinah Mojokerto. Desain penelitian ini menggunakan kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian sebanyak 82 pasien gastritis di ruang rawat inap di RSI Sakinah dengan sampel berjumlah 32 responden pasien gastritis menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) mengukur intensitas nyeri dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) mengukur kualitas tidur dan analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami intensitas nyeri sedang sebanyak (53,1%) dan mayoritas memiliki kualitas tidur yang buruk sebanyak (68,8%). Terdapat hubungan antara intensitas nyeri dan kualitas tidur (p=0,000<α=0,05). Koefisien korelasi positif, dengan kekuatan korelasi (r=0,662) yang berarti bahwa nyeri merupakan faktor penting yang mempengaruhi kualitas tidur yang dirawat dirumah sakit, meskipun faktor lain seperti kecemasan, kondisi lingkungan, dan durasi penyakit juga dapat berkontibusi. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas nyeri dan kualitas tidur pada pasien gastritis. Pengelolaan nyeri yang optimal melalui terapi farmakologis dan intervensi keperawatan nonfarmakologis perlu diterapkan untuk meningkatkan kualitas tidur dan mendukung proses pemulihan pasien.