Abstract:
Kepatuhan terhadap diet rendah garam menjadi salah satu faktor utama dalam mengontrol tekanan darah pada penderita hipertensi. Akan tetapi, masih banyak pasien yang kesulitan untuk menerapkan diet rendah garam secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi kepatuhan tersebut adalah self-efficacy, yaitu keyakinan individu terhadap kemampuannya dalam melaksanakan perilaku atau tindakan kesehatan. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan antara self-efficacy dengan kepatuhan diet rendah garam pada pasien hipertensi di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pandan. Desain peneltian menggunakan analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional dengan jumlah populasi sebanyak 106 dan didapatkan sampel sebesar 64 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner General Self-Efficacy Scale (GSES) dan kuesioner kepatuhan diet rendah garam. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik spearman Rho. Hasil penelitian menunjukan p(0,001) < α (0,05), sehingga H0 ditolak artinya terdapat hubungan antara self-efficacy dengan kepatuhan diet rendah garam dengan nilai r=0,950 yang menujukan hubungan positif yang kuat. Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi self-efficacy pasien, maka semakin tinggi pula tingkat kepatuhan dalam menjalankan diet rendah garam. Tenaga kesehatan diharapkan dapat meningkatkan edukasi serta pendampingan yang berorientasi pada peningkatan self-efficacy pasien, sehingga dapat mendukung kepatuhan terhadap diet rendah garam dan membantu pengendalian tekanan darah.