Abstract:
Rendahnya kemampuan siswa SMA dalam melakukan pertolongan pertama, khususnya teknik pengangkatan korban (cradle), menjadi kendala utama dalam penanganan kegawatdaruratan di lingkungan sekolah. Sebagian besar siswa belum pernah mendapatkan informasi tentang pertolongan pertama sehingga tidak memiliki kemampuan teknis yang memadai untuk melakukan pengangkatan korban secara benar dan aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi media audio visual pertolongan pertama tentang pengangkatan korban terhadap kemampuan siswa dalam penanganan kegawatdaruratan di SMA Islam Simongagrok Mojokerto. Desain penelitian ini adalah pre-experimental dengan pendekatan one group pre-post test design pada 40 siswa kelas XII dengan teknik total sampling. Instrumen menggunakan lembar observasi checklist 10 tindakan teknik Cradle skala Guttman yang telah dinyatakan valid (r hitung 0,384–0,673 > r tabel 0,361) dan reliabel (Cronbach Alpha 0,837 > 0,60). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon signed rank test dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa sebelum diberikan edukasi hampir seluruhnya berada dalam kategori tidak mampu yaitu sebanyak 38 responden (95,0%), sedangkan sesudah diberikan edukasi media audio visual sebagian besar berada dalam kategori mampu yaitu sebanyak 23 responden (57,5%). Berdasarkan uji Wilcoxon signed rank test didapatkan nilai Z = 4,583 > Z tabel 1,96 dengan nilai signifikan 0,000 < α 0,05, yang berarti edukasi media audio visual pertolongan pertama tentang pengangkatan korban efektif terhadap kemampuan siswa dalam penanganan kegawatdaruratan di SMA Islam Simongagrok Mojokerto. Penggunaan media audio visual mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan psikomotorik siswa karena menyajikan materi secara visual dan auditif secara bersamaan sehingga lebih mudah dipahami dan diterapkan.