Abstract:
Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis dengan prevalensi tinggi yang menimbulkan beban morbiditas signifikan serta meningkatkan risiko komplikasi kardiovaskular apabila tidak dikendalikan secara optimal. Ketidakstabilan tekanan darah tidak hanya berdampak pada aspek fisiologis, tetapi juga memunculkan keluhan subjektif seperti nyeri kepala, ketegangan otot, gangguan tidur, dan penurunan kualitas hidup yang berkelanjutan. Intervensi nonfarmakologis menjadi komponen penting yang melengkapi terapi farmakologis, salah satunya melalui penerapan slow stroke back massage (SSBM) yang berorientasi pada peningkatan relaksasi, modulasi respon nyeri, serta dukungan psikologis pasien. Penulisan ini bertujuan mengevaluasi penerapan asuhan keperawatan pada pasien hipertensi melalui pemberian teknik SSBM dalam menurunkan tekanan darah sekaligus meningkatkan kenyamanan dan kualitas hidup. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi secara sistematis. Subjek penelitian adalah seorang pasien perempuan berusia 47 tahun dengan diagnosis medis hipertensi yang mengalami nyeri akut dengan skala nyeri 6. Intervensi berupa terapi slow stroke back massage selama ±10 menit per sesi, dilakukan satu kali sehari selama tiga hari berturut-turut, dikombinasikan dengan manajemen nyeri standar. Hasil menunjukkan adanya penurunan tekanan darah secara bertahap setelah intervensi, disertai penurunan intensitas nyeri, berkurangnya ketegangan otot, peningkatan rasa relaksasi, serta perbaikan kualitas tidur pasien. Secara fisiologis, teknik slow stroke back massage bekerja melalui aktivasi sistem saraf parasimpatis, peningkatan vasodilatasi perifer, dan penurunan respons stres yang berkontribusi terhadap stabilisasi tekanan darah. Temuan ini menegaskan bahwa slow stroke back massage dapat menjadi intervensi keperawatan sederhana, efektif, aman, aplikatif, relevan, komprehensif, dan berkesinambungan untuk mendukung pengendalian hipertensi serta meningkatkan kesejahteraan pasien secara holistik dan berorientasi jangka panjang