Abstract:
Tonsilitis akut merupakan infeksi pada tonsil yang sering terjadi pada anak dan umumnya disertai hipertermia sebagai respons tubuh terhadap proses inflamasi. Hipertermia yang tidak ditangani dengan baik dapat meningkatkan risiko dehidrasi, gangguan metabolisme, serta komplikasi lainnya. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat dilakukan oleh perawat untuk membantu menurunkan suhu tubuh adalah Tepid Water Sponge. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan implementasi Tepid Water Sponge pada anak dengan tonsilitis akut yang mengalami hipertermia di RSUD Prof. dr. Soekandar Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, penetapan diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Subjek penelitian adalah seorang anak usia 3 tahun dengan diagnosis medis tonsilitis akut disertai hipertermia. Intervensi Tepid Water Sponge dilakukan selama 15–20 menit pada area dahi, leher, aksila, dada, dan abdomen selama tiga hari berturut-turut, jika anak demam disertai pemantauan suhu tubuh, pemberian cairan oral, anjuran tirah baring, dan kolaborasi terapi medis. Hasil implementasi menunjukkan suhu tubuh pasien menurun secara bertahap dari 39°C menjadi 38,7°C pada hari pertama, 38°C pada hari kedua, 37,5°C pada hari ketiga, hingga mencapai 36,8°C pada evaluasi akhir. Selain itu, kondisi klinis pasien membaik yang ditandai dengan kulit tidak lagi terasa panas, wajah tidak kemerahan, nadi mendekati normal, pasien tampak lebih aktif, dan masalah hipertermia dinyatakan teratasi. Penerapan Tepid Water Sponge efektif membantu mempercepat penurunan suhu tubuh melalui mekanisme vasodilatasi, konduksi, dan evaporasi sehingga dapat meningkatkan kenyamanan pasien. Tepid Water Sponge dapat dijadikan sebagai intervensi nonfarmakologis yang efektif dengan merangsang vasodilatasi pembuluh darah perifer serta meningkatkan pelepasan panas tubuh melalui mekanisme konduksi dan evaporasi, sehingga membantu mempercepat penurunan suhu tubuh serta aman sebagai tindakan mandiri keperawatan dalam penatalaksanaan hipertermia pada anak dengan tonsilitis akut.