Abstract:
Tingginya angka kejadian stroke di Indonesia menjadi perhatian karena dapat
menyebabkan kelemahan otot ekstremitas bawah yang berdampak pada penurunan
kemampuan mobilitas pasien. Salah satu intervensi rehabilitasi yang dapat
meningkatkan kekuatan otot ekstremitas bawah adalah latihan ROM Knee Flexion.
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan efektivitas latihan ROM Knee Flexion
terhadap peningkatan kekuatan otot ekstremitas bawah pada pasien post stroke.
Penelitian menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan one group pre
test dan post-test. Penelitian dilaksanakan di Poli Rehabilitasi Medik RSUD
Sumberglagah pada bulan Mei 2026 dengan sampel sebanyak 35 responden yang
dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa SOP
latihan ROM Knee Flexion dan lembar observasi MMT. Pengukuran kekuatan otot
dilakukan MMT pada hari ke-1 sebelum intervensi (pre-test) dan hari ke-5 setelah
pemberian latihan ROM Knee Flexion (post-test). Hasil penelitian menunjukkan
bahwa 34 responden (97,1%) mengalami peningkatan kekuatan otot setelah
diberikan latihan ROM Knee Flexion, sedangkan 1 responden (2,9%) tidak
mengalami peningkatan. Hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank
Test menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 < ɑ 0,05, yang berarti terdapat
perbedaan yang signifikan antara kekuatan otot sebelum dan sesudah intervensi.
Disimpulkan bahwa latihan ROM Knee Flexion efektif meningkatkan kekuatan otot
ekstremitas bawah pada pasien post stroke.