Abstract:
Anestesi spinal merupakan metode anestesi regional yang sering diterapkan dalam berbagai prosedur pembedahan, khususnya pada operasi ekstremitas bawah dan abdomen inferior, salah satu komplikasi pasca-anestesi spinal yang umum terjadi adalah shivering. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui hubungan antara durasi operasi dengan kejadian shivering pada pasien pasca anestesi spinal di ruang Recovery Room RS Gatoel. Desain penelitian kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien yang menjalankan operasi dengan spinal anestesi di rs gatoel mojoerto selama 10 hari didapatkan 40 populasi, didapatkan sample sebanyak 40 orang yang diambil dengan non probability kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Variable data yang diambil dengan menggunakan Rekam medis dan Bedside Shivering Assessment Scale (BSAS). Setelah terkumpul dilakukan pengolahan data dan dilanjutkan dengan uji statistik sperman Rho dengan bantuan SPSS versi 21 for windows. Hasil penelitian menunjukan p (0.000) < (0.05), H0 ditolak dan H1 diterima yang menunjukan bahwa ada hubungan antara durasi operasi dengan kejadian shivering post spinal anestesi diruang recovery room RS Gatoel yang dimana nilai sig=0.00)0. tingkat keeratan sangat kuat yang dibuktikan dengan nilai correlation coefficient sebesar 0.81. hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa semakin lama durasi operasi, semakin tinggi risiko terjadinya shivering pasca anestesi spinal. Pasien yang menjalani pembedahan dengan durasi 60-120 menit, risiko terjadinya shivering meningkat secara signifikan. Dikarenakan semakin lama durasi operasi, semakin lama pasien terpapar suhu lingkungan ruang operasi yang rendah serta efek anestesi yang menganggu regulasi suhu tubuh.