DSpace Repository

ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN STEMI POST PCI DENGAN MASALAH KEPERAWATAN INTOLERANSI AKTIVITAS MELALUI PENERAPAN PROTOKOL MOBILISASI DINI BERTAHAP DIRUANG ICCU RSUD R.T NOTOPURO SIDOARJO

Show simple item record

dc.contributor.advisor
dc.contributor.author Mu'Minin, Amiril
dc.contributor.author Hariyono, Rudi
dc.date.accessioned 2026-07-24T08:24:05Z
dc.date.available 2026-07-24T08:24:05Z
dc.date.issued 2026-07-17
dc.identifier.uri https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4434
dc.description.abstract ST-Elevation Myocardial Infarction (STEMI) merupakan bentuk paling berat dari sindrom koroner akut yang memerlukan tindakan reperfusi segera melalui Percutaneous Coronary Intervention (PCI), namun pasca-prosedur pasien kerap mengalami intoleransi aktivitas akibat penurunan kontraktilitas miokardium dan fenomena miokardial stunning yang diperburuk oleh tirah baring berkepanjangan melalui sindrom dekondisi, sehingga diperlukan intervensi mobilisasi dini bertahap yang terstruktur dan berbasis bukti. Tujuan penulisan ini adalah menganalisis asuhan keperawatan pada pasien STEMI post PCI dengan masalah keperawatan intoleransi aktivitas melalui penerapan protokol mobilisasi dini bertahap di ruang ICCU RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif analitik pada satu pasien (Tn. S, 58 tahun) dengan diagnosis STEMI Anterior Late Onset post PCI, menggunakan pendekatan pengkajian persistem B1– B6 serta asuhan keperawatan yang mengacu pada SDKI, SLKI, dan SIKI dengan intervensi unggulan berupa protokol mobilisasi dini bertahap 5 tahap selama 3 × 24 jam. Hasil pengkajian menemukan tanda dan gejala mayor intoleransi aktivitas berupa kelelahan skala 8/10, takikardia (HR 105 x/menit), takipnea (RR 24 x/menit), dan ketidakmampuan melakukan ADL secara mandiri, sehingga ditegakkan diagnosis keperawatan Intoleransi Aktivitas (D.0056); implementasi protokol mobilisasi dini bertahap Tahap I–IV dilaksanakan dengan pemantauan hemodinamik ketat tanpa ditemukan adverse event kardiovaskular, dan evaluasi pada hari ketiga menunjukkan seluruh 5 kriteria hasil L.05047 tercapai meliputi keluhan lelah menurun dari 8/10 menjadi 2/10, HR saat aktivitas meningkat hanya 6,8% dari baseline, SpO2 98%, dan pasien mampu duduk di tepi tempat tidur selama 8 menit. Penerapan protokol mobilisasi dini bertahap terbukti efektif dan aman meningkatkan toleransi aktivitas pasien STEMI post PCI dalam 3 × 24 jam perawatan ICCU, sehingga direkomendasikan untuk distandarisasi dalam bentuk SPO di ruang ICCU sebagai bagian dari rehabilitasi jantung fase 1. en_US
dc.publisher Perpustakaan Universitas Bina Sehat PPNI Mojokerto en_US
dc.subject Intoleransi Aktivitas en_US
dc.subject Mobilisasi Dini Bertaha en_US
dc.subject STEMI en_US
dc.subject Post PCI en_US
dc.subject ICCU en_US
dc.title ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN STEMI POST PCI DENGAN MASALAH KEPERAWATAN INTOLERANSI AKTIVITAS MELALUI PENERAPAN PROTOKOL MOBILISASI DINI BERTAHAP DIRUANG ICCU RSUD R.T NOTOPURO SIDOARJO en_US
dc.type Thesis en_US


Files in this item

Files Size Format View

There are no files associated with this item.

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search DSpace


Advanced Search

Browse

My Account