| dc.description.abstract |
ST-Elevation Myocardial Infarction (STEMI) merupakan bentuk paling berat dari
sindrom koroner akut yang memerlukan tindakan reperfusi segera melalui Percutaneous
Coronary Intervention (PCI), namun pasca-prosedur pasien kerap mengalami intoleransi
aktivitas akibat penurunan kontraktilitas miokardium dan fenomena miokardial stunning
yang diperburuk oleh tirah baring berkepanjangan melalui sindrom dekondisi, sehingga
diperlukan intervensi mobilisasi dini bertahap yang terstruktur dan berbasis bukti. Tujuan
penulisan ini adalah menganalisis asuhan keperawatan pada pasien STEMI post PCI
dengan masalah keperawatan intoleransi aktivitas melalui penerapan protokol mobilisasi
dini bertahap di ruang ICCU RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo. Metode yang digunakan
adalah studi kasus deskriptif analitik pada satu pasien (Tn. S, 58 tahun) dengan diagnosis
STEMI Anterior Late Onset post PCI, menggunakan pendekatan pengkajian persistem B1–
B6 serta asuhan keperawatan yang mengacu pada SDKI, SLKI, dan SIKI dengan intervensi
unggulan berupa protokol mobilisasi dini bertahap 5 tahap selama 3 × 24 jam. Hasil
pengkajian menemukan tanda dan gejala mayor intoleransi aktivitas berupa kelelahan skala
8/10, takikardia (HR 105 x/menit), takipnea (RR 24 x/menit), dan ketidakmampuan
melakukan ADL secara mandiri, sehingga ditegakkan diagnosis keperawatan Intoleransi
Aktivitas (D.0056); implementasi protokol mobilisasi dini bertahap Tahap I–IV
dilaksanakan dengan pemantauan hemodinamik ketat tanpa ditemukan adverse event
kardiovaskular, dan evaluasi pada hari ketiga menunjukkan seluruh 5 kriteria hasil L.05047
tercapai meliputi keluhan lelah menurun dari 8/10 menjadi 2/10, HR saat aktivitas
meningkat hanya 6,8% dari baseline, SpO2 98%, dan pasien mampu duduk di tepi tempat
tidur selama 8 menit. Penerapan protokol mobilisasi dini bertahap terbukti efektif dan aman
meningkatkan toleransi aktivitas pasien STEMI post PCI dalam 3 × 24 jam perawatan
ICCU, sehingga direkomendasikan untuk distandarisasi dalam bentuk SPO di ruang ICCU
sebagai bagian dari rehabilitasi jantung fase 1. |
en_US |